Posted by: Eric Setiawan on: June 29, 2007
Pertama-tama ijinkanlah saya untuk menulis dalam bahasa Indonesia walaupun masih dengan judul berbahasa Inggris (for those who don’t understand the language, please forgive me for this one time).
Sudah lama sekali saya tidak menulis di blog. Koreksi, sudah lama sekali saya tidak menulis. Banyak hal yang bisa saya tulis, tentang apa yang terjadi pada saya, tentang apa yang terjadi di sekitar saya, tentang apa yang tidak terjadi. Apa pun. Dan saya memilih untuk tidak menuliskannya. Dari sini saya rasa semua orang bisa memaklumi kenapa saya bukanlah seorang penulis maupun orang yang dekat dengan dunia tulis menulis (kecuali pacar saya yang suka menulis dan tentunya dekat dengan saya).
Hari ini lain dari biasanya. Saya ingin mencoba (note to myself: do or do not, there is no try) menulis lagi. Apa topiknya? Tidak jauh dari yang saya alami sehari-hari. Koneksi internet gratis. Ya, gratis. Apa ada orang di dunia ini yang tidak suka diberi barang gratisan? Kalo ada silakan hubungi saya. Tapi saya sudah pasti tertarik. Ini tentunya sangat membantu untuk mengurangi bahkan menghilangkan tagihan Telkomnet Instan saya. Dulu, pada awalnya, saya pikir begitu dan memang begitu. Tapi belakangan saya mulai berpikir ulang. Ternyata sesuatu hal yang diberikan kepada kita dengan bebas biaya belum tentu diberikan begitu saja tanpa syarat. Maunya sih begitu. Tapi lihat saja layanan koneksi internet gratis dari Melsa Hotspot. Iklannya itu lho… Setiap saya mau login harus melewati dua halaman berisi iklan dengan tidak memberi opsi “skip” kepada user. Itupun tidak hanya sekali tapi setiap beberapa saat kita diharuskan untuk login ulang. Tanda-tandanya adalah ketika halaman web yang kita buka tiba-tiba mandek dan dipaksa mampir ke halaman iklan itu.
Apakah Melsa tidak sepenuhnya rela untuk memberi bandwith-nya secara gratis? Atau mungkin hanya saya saja yang terlalu rewel dan banyak maunya? Atau mungkin karena belum ada saingan yang artinya pemakai belum bisa memilih (alias monopoli)? Apapun jawabannya, fakta membuktikan bahwa saat inipun saya menulis blog dengan memanfaatkan layanan Melsa Hotspot. Apa boleh buat, saat ini tawaran gratis jauh lebih menarik dan dibutuhkan daripada kenyamanan. Ternyata jaman sekarang, kenyamanan pun harus dibeli. Termasuk ketika menggunakan wi-fi di pusat perbelanjaan pun bila ingin nyaman harus merelakan uang untuk sekedar beli kopi di cafe. Untuk yang lebih memilih murah meriah seperti saya, kursi keras di foodcourt dan layanan internet gratis tapi menjengkelkan pun sudah cukup. Lebih dari cukup.
catatan: untuk teman-teman dari Melsa, yang kenal maupun yang tidak kenal, kalau ada yang bisa tulisan ini anggap aja ini sebagai masukan. Tempat berkeluh kesah memuntahkan kejengkelan. Saya harap saya bisa menerbitkan tulisan ini tanpa harus login ulang.
July 10, 2007 at 9:17 am
gaya euy ngablog deui…:P